2/04/2026

Pudarnya Empati: Ketika Kepedulian Terhalang oleh Derajat Sosial

Etika Transaksional: Ketika Kepedulian Mulai Pilih-Pilih

Visualisasi ketimpangan empati sosial

Visualisasi Internal: Kontras antara penghormatan pada status sosial dengan pengabaian terhadap sesama yang membutuhkan di sekitar kita.

Refleksi atas fenomena "Hormat ke Atas, Buta ke Bawah"

Fenomena sosial yang kita saksikan saat ini menunjukkan pergeseran budaya yang cukup memprihatinkan. Penghormatan dan kebaikan kini sering kali tidak lagi diberikan secara tulus berdasarkan nilai kemanusiaan, melainkan didasari oleh derajat sosial dan asas manfaat.

1. Budaya "Hormat Berdasarkan Kasta"

Sudah menjadi rahasia umum bahwa seseorang cenderung bersikap ekstra sopan dan dermawan kepada mereka yang dianggap memiliki kedudukan lebih tinggi. Namun, ironisnya, sikap yang sama jarang ditemukan saat berhadapan dengan orang-orang yang dianggap "biasa saja" atau tidak memiliki pengaruh bagi kepentingan pribadinya.

2. Tren Pragmatisme Sosial

Tren saat ini cenderung mengarah pada seleksi hubungan. Orang-orang menjadi sangat jeli melihat siapa yang mampu memberikan keuntungan (materi maupun koneksi) dan justru menutup mata terhadap lingkungan sekitar yang sebenarnya sangat membutuhkan uluran tangan.

  • Individualisme: Mementingkan diri sendiri di atas segalanya.
  • Buta Sosial: Ketidakmampuan melihat penderitaan orang di sekeliling.
  • Krisis Empati: Menurunnya rasa iba jika tidak ada imbal balik yang jelas.

Kesimpulan

Rasa sosial yang pilih-pilih ini semakin hari semakin memprihatinkan. Tanpa kesadaran untuk kembali melihat ke sekeliling secara tulus, kita berisiko kehilangan jati diri sebagai makhluk sosial yang peduli.

Bangali

Bangali

abm, Pendiri abm media, belajar ngeblog sekaligus berbagi klik di sini...

Komentar Facebook :

Komentar dengan Akun Google :


EmoticonEmoticon