Visualisasi Internal: Kontras antara penghormatan pada status sosial dengan pengabaian terhadap sesama yang membutuhkan di sekitar kita.
Refleksi atas fenomena "Hormat ke Atas, Buta ke Bawah" Fenomena sosial yang kita saksikan saat ini menunjukkan pergeseran budaya yang cukup memprihatinkan. Penghormatan dan kebaikan kini sering kali tidak lagi diberikan secara tulus berdasarkan nilai kemanusiaan, melainkan didasari oleh derajat sosial dan asas manfaat. Sudah menjadi rahasia umum bahwa seseorang cenderung bersikap ekstra sopan dan dermawan kepada mereka yang dianggap memiliki kedudukan lebih tinggi. Namun, ironisnya, sikap yang sama jarang ditemukan saat berhadapan dengan orang-orang yang dianggap "biasa saja" atau tidak memiliki pengaruh bagi kepentingan pribadinya. Tren saat ini cenderung mengarah pada seleksi hubungan. Orang-orang menjadi sangat jeli melihat siapa yang mampu memberikan keuntungan (materi maupun koneksi) dan justru menutup mata terhadap lingkungan sekitar yang sebenarnya sangat membutuhkan uluran tangan. Rasa sosial yang pilih-pilih ini semakin hari semakin memprihatinkan. Tanpa kesadaran untuk kembali melihat ke sekeliling secara tulus, kita berisiko kehilangan jati diri sebagai makhluk sosial yang peduli.Etika Transaksional: Ketika Kepedulian Mulai Pilih-Pilih
1. Budaya "Hormat Berdasarkan Kasta"
2. Tren Pragmatisme Sosial
Kesimpulan
2/04/2026
Pudarnya Empati: Ketika Kepedulian Terhalang oleh Derajat Sosial
Berbagi itu baik, silahkan di-Share..
Artikel Terkait
Bangali ✓
abm, Pendiri abm media, belajar ngeblog sekaligus berbagi klik di sini...
Komentar Facebook :
Komentar dengan Akun Google :
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
EmoticonEmoticon