2/10/2026

Cara Bijak Menggunakan Gadget: Antara Produktivitas dan Budak Algoritma

Gadget: Menjadi Tuan atas Teknologi atau Budak Algoritma?

Manusia dan Gadget

Visualisasi: Ilustrasi seseorang yang menggunakan gadget sebagai alat kerja profesional, bukan sekadar hiburan.

Di era sekarang, gadget sudah seperti organ tubuh tambahan. Namun, ada ironi besar yang terjadi: banyak orang merasa memiliki dunia di genggamannya, padahal sebenarnya mereka sedang digenggam oleh algoritma. Menjadi bijak di media sosial bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan agar kita tidak "kebalik"—bukannya memanfaatkan alat, malah dimanfaatkan oleh alat.

1. Membangun Personal Branding: Berbagi Manfaat, Bukan Pamer

Banyak orang salah kaprah mengartikan personal branding sebagai upaya untuk terlihat kaya atau hebat. Ini adalah kritik sosial yang nyata: kita terjebak pada kulit, bukan isi.

  • Authenticity (Keaslian): Jangan memaksakan gaya hidup semu demi konten. Jika Anda mekanik, tunjukkan keahlian Anda. Itu jauh lebih menjual daripada foto estetik tanpa makna.
  • Value First: Branding yang kuat dibangun di atas kepercayaan dan manfaat yang Anda bagikan. Jadilah solusi bagi masalah orang lain.
  • Konsistensi: Algoritma menyukai keteraturan, tetapi manusia menyukai kejujuran.

Kritik untuk kita: Kita terlalu sibuk membangun “citra” di layar, sampai lupa membentuk “karakter” di dunia nyata. Jangan sampai media sosial tampak mengkilap, sementara diri kita miskin kualitas dan minim manfaat bagi sesama.

Tamparan Realita: Produktivitas vs Gengsi

Kita sering melihat pemandangan yang kontras di sekitar kita. Ada orang yang dari latar belakangnya terlihat "kudet" (kurang update), penampilannya sederhana, dan mungkin tidak terlihat seperti orang berpendidikan tinggi. Namun, siapa sangka? Di balik kesederhanaannya, ia justru sangat produktif.

Ia memanfaatkan gadget yang ada untuk belajar, menggali ilmu baru, mencari tutorial teknik, hingga mengembangkan usaha secara perlahan. Sebaliknya, seringkali seseorang yang terlihat modern dan keren justru terlena dengan HP di genggamannya. Berjam-jam waktu dihabiskan hanya untuk scrolling tanpa arah, tertawa pada konten sampah, hingga akhirnya ia tidak mendapatkan apa pun dari benda yang ia genggam selain rasa lelah dan waktu yang terbuang sia-sia.


2. Aplikasi Produktivitas: Mengubah Hiburan Menjadi Pekerjaan

Gadget yang harganya jutaan rupiah seringkali hanya digunakan untuk hiburan. Padahal, ada banyak alat gratis yang bisa meningkatkan taraf hidup kita:

Kategori Aplikasi Rekomendasi Tujuan Positif
Manajemen Waktu Google Calendar / Trello Mengatur jadwal kerja dan prioritas harian.
Desain & Konten Canva / CapCut Membuat visual promosi usaha yang profesional.
Edukasi YouTube (Edukasi) / Coursera Mengasah skill teknis secara mendalam.

Kesimpulan: Bijak Sebelum Bertindak

Berhenti menjadi penonton kesuksesan orang lain. Mulailah menjadi pelaku sejarah bagi diri Anda sendiri. Gunakan jempolmu untuk membangun, bukan untuk menjatuhkan atau sekadar scrolling tanpa tujuan.

Renungan: Sebelum Layar Menutup Mata

Pernahkah kita menghitung, berapa jam waktu kita terbuang hanya untuk mengintip hidup orang lain yang belum tentu nyata?

Kita sering mencemaskan baterai HP yang tinggal 1%, tapi jarang mencemaskan sisa umur kita yang terus berkurang tanpa karya.

Gadget adalah alat yang luar biasa jika di tangan orang yang punya tujuan, namun ia akan menjadi penjara bagi mereka yang hanya mencari pelarian.

Malam ini, tanyakan pada dirimu: Apakah hari ini jempolmu membangun masa depan, atau justru sedang menggali lubang penyesalan?

2/08/2026

Gronjong Wariti Kediri: Wisata Sungai Amazon Versi Lokal yang Asri dan Murah Meriah

Siapa sangka saluran irigasi sawah yang dulunya biasa saja bisa berubah menjadi destinasi wisata favorit di Kediri? Gronjong Wariti yang berlokasi di Desa Mejono, Kecamatan Plemahan, adalah bukti nyata kreativitas warga dalam mengelola potensi alam secara mandiri. Tempat ini bukan sekadar tempat wisata, melainkan simbol kebangkitan ekonomi lokal melalui pemanfaatan sumber daya yang ada di sekitar kita.

Kabupaten Kediri memang tak pernah habis menawarkan kejutan bagi para pelancong. Jika biasanya kita disuguhi dengan kemegahan Monumen Simpang Lima Gumul atau kesejukan lereng Gunung Kelud, kini tren wisata beralih pada konsep back to nature yang berbasis masyarakat (community-based tourism). Gronjong Wariti muncul sebagai pionir yang mengubah wajah sungai irigasi yang dulunya kumuh menjadi "Amazon-nya Kediri" dengan sentuhan kearifan lokal yang kental.

Daya Tarik Utama Gronjong Wariti

Gronjong Wariti menawarkan nuansa pedesaan yang sejuk dengan ribuan pohon bambu di sepanjang aliran sungai. Pengunjung bisa menikmati suasana asri sambil menyusuri sungai yang jernih, sangat pas untuk melepas penat dari hiruk-pikuk kota. Begitu melangkah masuk ke area wisata, hawa sejuk langsung menyambut, berkat rimbunnya rumpun bambu yang saling bertautan membentuk terowongan alami di atas aliran air.

Keunikan utama dari tempat ini adalah airnya yang konsisten jernih sepanjang tahun. Aliran sungai ini berasal dari sumber mata air alami, sehingga kesegarannya tetap terjaga bahkan saat musim kemarau sekalipun. Banyak pengunjung yang datang hanya untuk sekadar duduk di tepi sungai, mendengarkan gemericik air dan suara gesekan daun bambu yang sangat menenangkan. Bagi masyarakat perkotaan, suasana seperti ini adalah kemewahan yang langka.

Suasana alami sungai Gronjong Wariti dengan rimbunnya pohon bambu

Visualisasi Internal: Deretan perahu wisata yang menyusuri sungai di bawah naungan hutan bambu yang hijau dan asri.

Wahana Seru yang Wajib Dicoba

Gronjong Wariti tidak hanya menjual pemandangan. Pengelola telah menyiapkan berbagai wahana menarik yang dirancang untuk segala usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Hebatnya, harga yang ditawarkan sangat ramah di kantong, menjadikan tempat ini sebagai destinasi favorit bagi keluarga besar. Berikut adalah beberapa wahana unggulannya:

  • Perahu Wisata: Ini adalah ikon dari Gronjong Wariti. Anda bisa naik perahu mesin kecil untuk menyusuri aliran sungai sepanjang beberapa ratus meter. Suasana di sini sering disebut mirip dengan pedesaan di Jepang karena rimbunnya bambu di kanan kiri.
  • Flying Fox: Ingin sedikit adrenalin? Wahana ini akan membawa Anda meluncur di atas aliran sungai. Meski tidak terlalu tinggi, sensasi meluncur di antara sela-sela pohon bambu memberikan pengalaman yang unik dan seru.
  • Arung Jeram Anak: Untuk si kecil, tersedia area khusus dengan arus yang tenang di mana mereka bisa menggunakan ban dalam (tubing) untuk bermain air dengan aman.
  • Spot Foto Instagenic: Pihak pengelola sangat sadar akan tren media sosial. Terdapat banyak jembatan bambu yang dihias cantik, replika kapal, hingga ayunan di pinggir sungai yang sangat layak untuk diunggah di Instagram.
  • Area Kuliner: Setelah lelah bermain, Anda bisa mampir ke area kuliner. Di sini, warga lokal menjual berbagai makanan tradisional seperti pecel, nasi tiwul, hingga jajanan pasar dengan harga yang sangat terjangkau. Menikmati kopi di bawah pohon bambu adalah aktivitas wajib di sini.

Sejarah Singkat: Dari Saluran Irigasi ke Destinasi Populer

Penting untuk diketahui bahwa Gronjong Wariti dibangun tanpa campur tangan investor besar dari luar. Semua berawal dari inisiatif warga Desa Mejono yang ingin membersihkan aliran irigasi yang semula dipenuhi sampah dan semak belukar. Dengan gotong royong, mereka membersihkan sungai secara manual dan menanam ribuan pohon bambu tambahan untuk memperkuat tanggul sungai secara alami.

Nama "Gronjong" sendiri diambil dari anyaman bambu atau kawat yang biasanya digunakan untuk menahan tebing sungai agar tidak longsor. Sedangkan "Wariti" adalah doa atau harapan agar tempat ini membawa berkah yang terus mengalir bagi penduduk desa. Saat ini, lebih dari 100 warga lokal terlibat dalam pengelolaan wisata ini, mulai dari operator wahana, pedagang, hingga petugas keamanan parkir, yang semuanya berdampak positif pada kesejahteraan warga desa.

Info Lokasi dan Harga Tiket

Lokasi Gronjong Wariti cukup mudah ditemukan jika kamu dari arah Pare maupun Kota Kediri. Akses jalan menuju Desa Mejono sudah beraspal halus dan bisa dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Jika menggunakan aplikasi navigasi, cukup ketik "Gronjong Wariti" dan Anda akan dipandu langsung ke titik lokasi yang hanya berjarak sekitar 15-20 menit dari pusat Pare.

Salah satu daya tarik utamanya adalah Gratis Tiket Masuk. Ya, Anda tidak perlu membayar tiket di pintu utama untuk sekadar masuk dan menikmati pemandangan. Pengelola hanya memberlakukan sistem tarif per wahana. Sebagai gambaran, biaya naik perahu atau wahana lainnya biasanya berkisar antara Rp5.000 hingga Rp20.000 saja. Selain itu, Anda hanya perlu membayar biaya parkir kendaraan yang dikelola secara resmi oleh pemuda setempat untuk keamanan.

Tips Berkunjung ke Gronjong Wariti

Agar pengalaman liburan Anda lebih maksimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Datang Lebih Awal: Saat akhir pekan atau hari libur nasional, tempat ini sangat ramai. Datang sekitar pukul 08.00 pagi akan memberikan Anda kesempatan menikmati suasana yang lebih tenang dan udara yang masih sangat segar.
  • Bawa Baju Ganti: Terutama bagi Anda yang membawa anak-anak, mereka pasti akan tergoda untuk bermain air di sungai yang jernih.
  • Jaga Kebersihan: Sebagai wisata berbasis alam, pengunjung sangat diharapkan untuk tidak membuang sampah ke sungai atau ke area rumpun bambu. Mari kita bantu warga setempat menjaga kelestarian lingkungan ini.

Kesimpulan

Gronjong Wariti adalah contoh nyata bagaimana sebuah komunitas desa bisa mandiri secara ekonomi melalui pariwisata kreatif. Tempat ini menjadi simbol bahwa keindahan tidak harus mahal dan mewah. Buat kamu yang mencari tempat liburan keluarga yang murah tapi tetap keren, asri, dan edukatif di Jawa Timur, Gronjong Wariti di Kediri adalah jawabannya. Mari dukung pariwisata lokal agar terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Artikel oleh ABM — Panduan teknis

Macan Putih di Papan Tengah: Update Klasemen Liga Indonesia 2025/2026 Pekan ke-20

Update Klasemen Liga Indonesia 2025/2026: Posisi Macan Putih Pekan Ini

Klasemen Sementara Liga Indonesia 2025/2026 Pekan 20

Visualisasi Internal: suasana suporter persik kediri di dalam stadion musim 2025/2026 per Februari 2026.

Sebagai Persik Mania, kita tentu memantau ketat setiap pergeseran di tabel klasemen. Musim 2025-2026 ini persaingan terasa sangat sengit. Tim-tim papan atas seperti Persib dan Borneo FC terus berlari kencang, sementara kita di posisi tengah harus berjuang ekstra keras untuk menembus zona lima besar.

Berikut adalah tabel klasemen lengkap hingga pekan ke-20 sebagai bahan evaluasi kita bersama:

Pos Klub T M S K SG Poin
1Persib Bandung2015232047
2Borneo FC2015141846
3Persija Jakarta1913242241
4Malut United2011451537
5Persebaya209831335
6Persita19955832
7PSIM20875131
8Bali United20776128
9Bhayangkara20758-426
10Persik Kediri20749-925
11Dewa United207310-324
12Arema FC19667-124
13PSM Makassar19487020
14Madura United204610-918
15PSBS Biak194510-1917
16Persijap204313-1715
17Semen Padang193313-1612
18Persis Solo202513-2011

Penutup: Tetap Kawal Macan Putih!

Melihat data di atas, perjuangan Persik Kediri masih sangat berat untuk bisa menembus papan atas. Selisih poin dengan pemuncak klasemen sudah cukup jauh, namun peluang untuk memperbaiki peringkat tetap terbuka lebar di pertandingan-pertandingan sisa. Mari kita terus berikan suntikan semangat positif dari tribun maupun media sosial agar mental bertarung punggawa Macan Putih tetap menyala.

KEDIRI ADALAH KAMI, PERSIK ADALAH HARGA DIRI!

2/05/2026

Haus Ilmu Tanpa Batas: Mengubah Keterbatasan Menjadi Karya Nyata

Haus Ilmu: Perjuangan Otodidak dari Mesin hingga Coding

Banyak yang bertanya, kenapa saya seolah tidak pernah berhenti belajar? Mulai dari mendalami teknik otomotif, mengoprek jaringan internet, hingga mempelajari teknologi digital terbaru. Jawaban saya sederhana: Karena saya merasa masih bodoh.

Sampai kapan pun, saya ingin terus haus akan ilmu. Bagi saya, ilmu apa pun itu—asalkan positif—harus dipelajari sampai tuntas. Saya tidak akan berhenti sebelum saya benar-benar menguasainya. Inilah prinsip hidup yang membawa saya sampai ke titik ini.

Semangat belajar otodidak ABM dalam keterbatasan

Visualisasi Internal: Semangat pantang menyerah dalam mempelajari hal baru meski tanpa pembimbing formal.

Tantangan Dunia Blogging & Coding

Terjun ke dunia blogging ternyata membawa tantangan baru yang bagi saya terasa sangat berat. Saya dipaksa untuk mengenal dunia coding yang awalnya sangat asing dan rumit. Mungkin bagi orang lain ini hal biasa, namun bagi saya, terjebak dalam error yang tidak kunjung selesai adalah ujian kesabaran yang nyata.

Mencoba skrip sana-sini, seringkali berakhir gagal, dan harus mengulang dari awal tanpa ada pembimbing yang menuntun. Rasanya dunia pemrograman itu penuh dengan "Jebakan Betmen"; niatnya cuma mau ganti warna tombol, tapi malah satu layout blog hilang entah ke mana. Mengedit HTML editor itu kadang lebih horor daripada bongkar mesin yang macet, karena salah hapus satu tanda kurung saja, satu blog bisa langsung blank putih!

Belum lagi kalau sudah menyentuh Python. Salah naruh spasi sedikit saja, program langsung mogok. Kalau sudah begini, rasanya waktu berjalan begitu cepat sampai tidak sadar sudah menghabiskan kopi se-panci cuma buat nyari satu titik kesalahan! hhhhh.

Ada saatnya saya merasa seperti orang gila; pusing sendiri, marah-marah sendiri karena kode nggak jalan, tapi tiba-tiba ketawa sendiri pas ketemu solusinya. Perasaan senangnya itu melebihi menang lotre! Namun alhamdulillah, dari drama itulah saya jadi terbiasa dengan HTML, CSS, JavaScript, hingga Python. Dari kegagalan itulah saya belajar bagaimana "menyembuhkan" sistem hingga semuanya normal kembali.

Pandangan Sebelah Mata Sebagai Motivasi

Dulu, saya sering dipandang sebelah mata karena keterbatasan finansial maupun latar belakang pendidikan yang minim. Apakah saya berkecil hati? Tidak. Justru keraguan dari lingkungan sekitar saya jadikan pemacu semangat. Saya pelajari apa yang perlu saya tingkatkan agar bisa melampaui anggapan tersebut, dan saya buktikan bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti bertumbuh.

Renungan: Melihat ke Bawah

"Saat merasa lelah, cobalah menatap ke bawah. Di sana masih banyak orang yang kondisinya jauh lebih sulit dari kita, namun mereka tidak sedikit pun mengendurkan tekadnya. Jika mereka bisa bertahan dan terus berjuang, kenapa kita yang memiliki peluang lebih baik justru membuang waktu? Jangan berhenti belajar sebelum bermanfaat."

Ampli Berdengung? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Cara Mengatasi Dengung pada Ampli (Hum & Noise Mengganggu)

Dengung pada amplifier sering bikin pusing, apalagi saat volume kecil tapi suara hum tetap terdengar. Masalah ini umum terjadi pada ampli rumahan, rakitan, maupun ampli bekas. Kabar baiknya, sebagian besar penyebabnya bisa diatasi tanpa ganti komponen mahal.

Ilustrasi amplifier audio mengalami dengung atau noise
Gambar: Dengung (hum) pada amplifier akibat gangguan kelistrikan

Penyebab Umum Ampli Berdengung

Dengung biasanya muncul karena gangguan listrik atau tata rangkaian yang kurang tepat. Suaranya bisa rendah seperti “nguuung” atau berdengung halus tapi terus-menerus.

Beberapa Penyebab yang Paling Sering:

  • Grounding tidak bagus atau tidak tersambung dengan benar
  • Kabel input terlalu dekat dengan trafo atau kabel AC
  • Elco filter power supply sudah lemah atau kering
  • Trafo bocor medan magnet
  • Soket RCA atau jack input kendor
  • Adaptor atau sumber listrik tidak stabil

Cara Mengatasi Dengung pada Ampli

1. Periksa dan Benahi Grounding

Pastikan semua ground menyatu di satu titik (star ground). Ground yang menyebar sering menjadi biang dengung.

2. Jauhkan Kabel Sinyal dari Jalur Listrik

Kabel input (RCA) jangan sejajar atau terlalu dekat dengan kabel AC dan trafo. Jika perlu, silangkan dengan sudut 90 derajat.

3. Cek Elco Power Supply

Elco yang sudah tua biasanya menyebabkan dengung halus. Ganti elco filter dengan kapasitas dan tegangan yang sesuai.

4. Gunakan Kabel Berkualitas

Kabel RCA murahan tanpa pelindung (shield) mudah menangkap noise. Gunakan kabel audio ber-shield baik.

5. Tes Tanpa Input

Cabut semua input. Jika ampli masih berdengung, masalah ada di power supply atau rangkaian internal. Jika hilang, berarti sumber dari input atau kabel.

Dengung Berdasarkan Kondisinya

  • Dengung muncul saat volume kecil → biasanya elco atau grounding
  • Dengung bertambah saat volume naik → jalur input atau kabel
  • Dengung hilang saat input dicabut → sumber audio atau kabel RCA

⚠️ Peringatan Penting

Jangan langsung menyalahkan IC atau transistor final jika ampli berdengung. Sebagian besar kasus disebabkan oleh grounding dan power supply.

Jika Sobat tidak terbiasa bekerja dengan listrik, hindari mengutak-atik bagian power saat ampli masih terhubung ke listrik karena berisiko sengatan.

Artikel oleh ABM — Panduan teknis

2/04/2026

Dosa Jariyah Digital: Bahaya Lomba Memviralkan Aib Orang

Dosa Jariyah Digital: Bahaya Lomba Memviralkan Aib Orang

Ketika Kecepatan Jempol Mengalahkan Kebijaksanaan Hati

Ilustrasi orang yang sibuk memviralkan kejadian tanpa peduli etika

Visualisasi Internal: Menggambarkan ego manusia modern yang lebih mementingkan eksistensi digital lewat viralitas, meskipun harus mengorbankan privasi dan aib sesama demi sebuah konten.

Zaman sekarang, sepertinya ada kompetisi tidak tertulis di media sosial: siapa yang paling cepat mengunggah kejadian terbaru, dialah pemenangnya. Fenomena viralitas ini sudah masuk ke level yang brutal. Orang-orang seolah "haus" akan validasi sebagai pemberi informasi pertama, sampai-sampai mereka lupa menyaring apa yang sebenarnya sedang mereka lempar ke ruang publik.

Yang paling miris adalah ketika konten yang diviralkan itu menyangkut aib atau privasi seseorang. Ada kecenderungan kita menjadi acuh tak acuh; tidak peduli apakah itu benar atau salah, tidak peduli apakah itu menghancurkan mental orang lain, yang penting viewers naik dan kita dianggap paling update. Padahal, tanpa kita sadari, setiap kali kita menyebarkan aib individu, kita sedang menyicil pembangunan menara Dosa Jariyah Digital.

"Dosa jariyah digital itu nyata. Ia akan terus mengalir dan bertambah setiap kali orang lain melihat, menyimpan, dan membagikan kembali aib yang pernah kita unggah, bahkan saat kita sudah tidak lagi berada di dunia ini."

Coba kita renungkan sejenak dari sisi spiritual. Dalam hukum Islam, urusan dengan sesama manusia itu berat karena syarat taubatnya adalah mendapatkan keridhaan atau maaf dari yang bersangkutan. Nah, bayangkan kita memviralkan seseorang yang bahkan tidak kita kenal. Kita tidak tahu rumahnya di mana, tidak tahu siapa namanya, tapi aibnya sudah kita sebar ke jutaan orang. Bagaimana caranya kita minta maaf secara langsung? Bagaimana kita bisa memastikan orang itu ikhlas sementara jejak digitalnya sudah abadi di internet? Ini adalah kerugian finansial akhirat yang luar biasa besar.

Fenomena ini sangat berbahaya karena kita seringkali merasa "berjasa" memberi informasi, padahal sebenarnya kita hanya sedang memanen amal buruk. Kita suka memviralkan apa dan siapa, padahal kenal pun tidak. Inilah jebakan teknologi jika tidak dibarengi dengan nurani.


Nah, buat teman-teman semua, jujur saja saya juga heran melihat orang yang jempolnya "gatal" sekali kalau tidak share sesuatu yang sensasional. Apa sih yang dikejar? Pujian sebagai orang paling informatif? Atau sekadar kepuasan batin melihat orang lain dihujat?

Ingat ya, hidup di dunia maya itu singkat, tapi dampaknya bisa selamanya. Lebih baik kita balik lagi ke mode "plonga-plongo" atau diam daripada sibuk jadi admin lambe-lambean yang kerjaannya cuma nyari dosa orang. Jadi orang bermanfaat itu harus, tapi bukan dengan cara menginjak martabat orang lain demi sebuah konten.

⚠️ PERINGATAN KERAS

Hati-hati dengan jempolmu! Sebelum klik 'Share', pastikan kamu sudah siap menanggung dosanya sampai ke liang lahat jika yang kamu sebar adalah aib. Jangan sampai demi viral satu menit, kamu menyesal seumur hidup karena tidak bisa menemui orangnya untuk minta maaf. Stop jadi predator sosial digital!

πŸ’‘ Mari Kembali ke Jati Diri

Tujuan saya menulis ini sederhana: ayolah, berhenti menyakiti sesama demi konten. Ke mana perginya rasa gotong royong kita? Dulu, kalau tetangga kesusahan, kita datang bawa bantuan. Sekarang, kalau orang kesusahan atau buat salah, kita datang bawa kamera buat memviralkan.

Mari kita saling bantu, bukan saling menjatuhkan. Mari kita saling introspeksi diri daripada sibuk menguliti dosa orang lain. Dunia sudah cukup berisik dengan kebencian, jangan ditambah lagi dengan jempol kita yang tidak terjaga. Mari kita hidupkan lagi semangat gotong royong yang sebenarnya—yang melindungi, bukan yang mengekspos.