opini sosial

Apakah Desil Sudah Akurat? Fakta Bansos & Cara Sanggah

Bangali Oktober 13, 2026
ABM Garage

ABM Garage

Publisher sejak 2017

OPINI & ISU SOSIAL • BANSOS

Apakah Keakuratan Desil Sudah Sesuai Lapangan?

Ketika Data di Atas Kertas Melukai Rasa Keadilan di Bawah

Ilustrasi warga cek desil bansos di balai desa yang tidak sesuai lapangan
"Kecemburuan sosial mengepul di balai desa. Warga berbisik, bertanya-tanya: Mengapa yang berumah megah tetap mengantongi PKH, sementara kuli serabutan justru ditendang keluar dari daftar penerima bansos?"

Publik menilai sistem desil belum sepenuhnya akurat. Di lapangan, jurang antara data di atas kertas dan realitas hidup warga terasa kian menganga. Ketidaksesuaian data—baik exclusion error (orang miskin tak dapat) maupun inclusion error (orang kaya justru dapat)—kini menjadi momok baru.

🎭 Paradoks Sistem Desil: Bukan Desa yang Menentukan!

Banyak warga mengira Kepala Desa atau Ketua RT adalah juru kunci penentu nasib bansos mereka. Anggapan ini keliru besar! Sejak 2023, penentu tunggal tingkat kesejahteraan adalah Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola BPS melalui pendataan Regsosek.

Kelompok Desil Tingkat Status Bansos
Desil 1 - 4 Miskin & Rentan Miskin 🟢 Layak
Desil 5 - 10 Menengah s.d Sangat Mampu 🔴 Tergraduasi Otomatis

💥 4 Akar Masalah: Mengapa Desil Terasa Tidak Akurat?

1. Data Kadaluwarsa: Data Regsosek 2022-2023 dipakai untuk 2026. Buruh yang dulu mapan bisa jadi sekarang kuli serabutan.
2. Jebakan Aset Semu: Kuli bangunan menumpang di rumah orang tua yang sudah keramik, tercatat desil 9.
3. Survei Asal Jepret: Petugas hanya foto depan rumah, salah input 1 variabel skor langsung naik.
4. Rangking Nasional: Warga termiskin di desa Jawa bisa jadi desil 7 jika dibanding warga pedalaman tanpa listrik.

👨‍💼 Dari Kacamata Lapangan: Perangkat Desa Jadi Jembatan Informasi

Di lapangan, kita sering melihat warga datang ke balai desa dengan wajah bingung. "Pak, kenapa bantuan saya berhenti? Padahal saya masih kuli, masih ngontrak. Saya harus lapor kemana? Saya tidak paham HP." Inilah realita yang tidak terlihat di sistem pusat.

Seyogyanya, tugas perangkat desa bukan hanya menjadi penonton ketika sistem pusat salah membaca kondisi warga. Justru di sinilah peran mereka diuji: menjadi jembatan informasi bagi masyarakat yang kurang paham teknologi dan prosedur.

Faktanya, banyak masyarakat yang masih buta cara mengajukan perubahan desil yang tidak sesuai. Mereka tidak tahu apa itu aplikasi Cek Bansos, tidak tahu cara membuat akun, bahkan tidak tahu harus membawa dokumen apa ke balai desa. Jika ini diabaikan, maka ketidaksesuaian data akan terus abadi dan kecemburuan sosial akan semakin membesar.

Maka dari itu, penting bagi setiap balai desa untuk membuka pendampingan gratis bagi warga yang desilnya tidak sesuai, agar hak warga yang kurang paham teknologi tetap tersalurkan.

✅ Panduan Praktis: Cara Mengajukan Perubahan Desil yang Tidak Sesuai

Bagi warga yang merasa desilnya tidak sesuai, jangan diam. Lakukan langkah ini:

  1. Datang ke Balai Desa (Bawa KK & KTP):
    Temui operator DTKS / Kaur Kesra. Sampaikan keluhan. Minta dicekkan berapa desil Anda saat ini di sistem SIKS-NG. Operator akan membantu melakukan Usul Sanggah dengan keterangan kondisi riil (misal: menumpang, kuli harian, rumah bukan milik pribadi).
  2. Mandiri Lewat Aplikasi Cek Bansos:
    Download aplikasi Cek Bansos dari Kemensos di Playstore. Buat akun dengan NIK KTP, upload foto KTP dan swafoto. Setelah verifikasi berhasil, masuk ke menu Tanggapan Kelayakan > Pilih data Anda > Pilih "Sanggah - Tidak Layak" atau "Usul - Layak" untuk tetangga yang memang miskin tapi tidak terdata. Lampirkan foto kondisi rumah tampak depan, dalam, dan foto KK sebagai bukti.
  3. Ikuti Musyawarah Desa (Musdes) Pemutakhiran Data:
    Setiap 3-6 bulan, desa mengadakan musdes verifikasi data. Inilah forum resmi untuk memprotes dan memperbaiki data. Datang, bawa bukti, dan sampaikan secara terbuka agar disaksikan RT/RW.
  4. Pantau Terus:
    Setelah usulan, proses verifikasi oleh Dinas Sosial dan BPS butuh waktu 1-2 bulan. Cek secara berkala di operator desa apakah desil sudah turun.
💡 Imbauan untuk Kita Bersama: Mari kita lebih proaktif membantu warga. Sosialisasikan pendampingan sanggah desil di grup WA RT dan masjid, agar warga yang kurang paham teknologi tetap bisa mendapatkan haknya.
Tanpa keberanian perangkat desa untuk menjadi pendamping warga yang gagap teknologi, sistem desil yang canggih di atas kertas hanya akan menjadi angka dingin yang merampas hak si miskin. Mari kawal bersama agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
Pesan Komentar: Silakan tinggalkan komentar yang sopan dan sesuai topik artikel ya, bro.

Komentar