pendidikan

Biografi 10 Pahlawan Revolusi Indonesia: Peringatan Sejarah G30S/PKI

Bangali September 29, 2026
ABM Garage

ABM Garage

Publisher sejak 2017

SEJARAH & KEBANGSAAN

Biografi Lengkap 10 Pahlawan Revolusi Indonesia

Ditetapkan gelarnya 5 Oktober 1965 — peristiwa G30S/PKI, diperingati setiap 1 Oktober

Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya — Peringatan 10 Pahlawan Revolusi

Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya — tempat ditemukannya jenazah para pahlawan

Pahlawan Revolusi adalah gelar kehormatan yang diberikan Presiden Soekarno melalui Keppres pada 5 Oktober 1965 kepada sepuluh perwira TNI Angkatan Darat dan Kepolisian yang diculik serta gugur dalam peristiwa Gerakan 30 September/PKI. Jenazah tujuh perwira yang gugur di Jakarta ditemukan di sumur tua kawasan Lubang Buaya. Setiap tanggal 1 Oktober diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila.

Daftar 10 Pahlawan Revolusi

1. Jenderal TNI Anumerta Ahmad Yani

Purworejo, 19 Juni 1922 — 1 Oktober 1965 · Kepala Staf Angkatan Darat

Perwira tinggi yang disegani dan dikenal tegas menentang komunisme. Ditembak di kediamannya, Jalan Lembang No. 58, Menteng, Jakarta, saat menolak dibawa paksa. Pendidikan militer di Malang, berpengalaman menumpas pemberontakan DI/TII.

2. Letnan Jenderal TNI Anumerta R. Suprapto

Purwokerto, 20 Juni 1920 — 1 Oktober 1965 · Deputi II Menteri Panglima Angkatan Darat

Berjuang sejak masa kemerdekaan, ikut Pertempuran Ambarawa sebagai ajudan Jenderal Soedirman. Diculik dari rumahnya di Jalan Besuki No. 18, Jakarta, dengan alasan dipanggil menghadap Presiden. Jenazah ditemukan di Lubang Buaya. Ia menentang pembentukan Angkatan Kelima.

3. Letnan Jenderal TNI Anumerta S. Parman

Wonosobo, 4 Agustus 1918 — 1 Oktober 1965 · Asisten I Bidang Intelijen

Ahli intelijen, pernah dikirim ke Jepang untuk mendalami ilmu tersebut. Berhasil membongkar siasat Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) pimpinan Westerling pada tahun 1950. Menentang pembentukan Angkatan Kelima, sehingga diculik dari rumahnya di Jalan Serang No. 32, Jakarta.

4. Letnan Jenderal TNI Anumerta M.T. Haryono

Surabaya, 20 Januari 1924 — 1 Oktober 1965 · Deputi III Menteri Panglima Angkatan Darat

Bernama lengkap Mas Tirtodarmo Haryono. Dikenal cerdas dan fasih berbahasa Belanda, Jerman, serta Inggris. Menentang pembentukan Angkatan Kelima. Ditembak di kediamannya saat berusaha melawan penculik.

5. Mayor Jenderal TNI Anumerta Donald Izacus Panjaitan

Balige, Tapanuli, 9 Juni 1925 — 1 Oktober 1965 · Asisten IV Bidang Logistik

Memulai karier militer sejak masa pendudukan Jepang. Berwatak religius dan sangat disiplin. Ditembak di halaman rumahnya, Jalan Sultan Hasanuddin No. 53, Jakarta. Sempat berdoa sebelum gugur.

6. Mayor Jenderal TNI Anumerta Sutoyo Siswomiharjo

Kebumen, 28 Agustus 1922 — 1 Oktober 1965 · Oditur Jenderal Angkatan Darat

Jaksa militer tertinggi di Angkatan Darat. Pernah menjadi ajudan Kolonel Gatot Soebroto. Menentang pembentukan Angkatan Kelima, sehingga diculik di Jalan Sumenep, Menteng. Jenazah ditemukan di Lubang Buaya.

7. Kapten Czi Anumerta Pierre Tendean

Jakarta, 21 Februari 1939 — 1 Oktober 1965 · Ajudan Jenderal A.H. Nasution

Lulusan Akademi Militer Teknik tahun 1962. Paling muda di antara para pahlawan, berusia 26 tahun. Saat ditangkap, ia mengaku sebagai Jenderal Nasution untuk menyelamatkan atasannya. Gugur membela kebenaran hingga akhir.

8. Brigadir Jenderal TNI Anumerta Katamso Darmokusumo

Sragen, 5 Februari 1923 — 1/2 Oktober 1965 · Komandan Resor Militer 072/Pamungkas, Yogyakarta

Pendidikan militer Pembela Tanah Air (PETA) di Bogor. Pernah bertugas menumpas pemberontakan PRRI tahun 1958. Diculik di Yogyakarta dan gugur di daerah Kentungan. Jenazah baru ditemukan pada 22 Oktober 1965. Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semaki, Yogyakarta.

9. Kolonel Infanteri Anumerta Sugiyono Mangunwiyoto

Gunungkidul, 12 Agustus 1926 — 1/2 Oktober 1965 · Kepala Staf Resor Militer 072, Yogyakarta

Pendidikan militer PETA. Saat peristiwa terjadi, ia baru pulang dari Pekalongan dan belum mengetahui keadaan. Markas Korem sudah dikuasai. Dieksekusi bersama Katamso di Kentungan. Jenazah ditemukan 22 Oktober 1965. Setia menjaga keutuhan NKRI hingga akhir.

10. Ajun Inspektur Polisi Dua Anumerta Karel Satsuit Tubun

Tual, Maluku, 14 Oktober 1928 — 1 Oktober 1965 · Anggota Brimob, Pengawal Wakil Perdana Menteri J. Leimena

Satu-satunya perwakilan dari Kepolisian Negara Republik Indonesia. Bertugas mengawal kediaman Dr. J. Leimena. Gugur tertembak saat berusaha menghadang pasukan penculik yang menyerbu rumah tersebut. Mengorbankan nyawa demi melindungi pimpinan negara.

Catatan Sejarah

  • Tujuh perwira yang gugur di Jakarta jenazahnya ditemukan di Lubang Buaya dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.
  • Brigadir Jenderal Katamso dan Kolonel Sugiyono Mangunwiyoto gugur di Yogyakarta, jenazah baru ditemukan pada 22 Oktober 1965, dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semaki.
  • Gelar Pahlawan Revolusi ditetapkan oleh Presiden Soekarno pada 5 Oktober 1965 melalui Keppres No. 111/KOTI/1965.

Renungan

"Mereka bukan sekadar nama dalam buku sejarah. Mereka adalah manusia yang memilih berdiri tegak di saat banyak orang memilih diam. Mengorbankan nyawa bukan karena tak tahu takut, tapi karena cinta pada tanah air lebih besar daripada rasa takut. Semangat mereka mengingatkan kita: menjaga keutuhan bangsa dan kesucian Pancasila adalah tugas setiap generasi, bukan hanya masa lalu."

cuplisotw · pendidikan

Tinggalkan Balasan