Kumpulan Surat Pendek Al-Qur'an dan Ayat Kursi: Arab, Latin, dan Terjemahannya
Membaca dan mengamalkan surat-surat pendek sebagai zikir penenang jiwa serta pelindung diri.
Membaca surat-surat pendek Al-Qur'an merupakan salah satu amalan ringan namun berlipat ganda pahalanya dalam kehidupan sehari-hari seorang Muslim. Selain menjadi bacaan rutin setelah Al-Fatihah saat mendirikan shalat fardu maupun sunnah, surat-surat dalam Juz Amma ini juga menyimpan keutamaan dahsyat sebagai benteng perlindungan diri, penenang hati yang gelisah, serta sarana zikir harian sebelum tidur maupun setelah shalat.
Di antara sekian banyak surat pendek, terdapat tiga surat yang sangat populer dan sering disebut sebagai Al-Mu'awwidzatain (surat-surat perlindungan) bersama dengan Surat Al-Ikhlas (Qulhu), ditambah dengan keagungan Ayat Kursi. Memahami lafal Arab, cara membaca dalam huruf Latin, serta meresapi artinya akan membuat kualitas ibadah dan zikir kita menjadi jauh lebih khusyuk dan bermakna.
1. Surat Al-Ikhlas (Qul Huwallahu Ahad)
Surat Al-Ikhlas menegaskan pokok ketauhidan dan kemurnian sifat Allah SWT. Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa membaca Surat Al-Ikhlas memiliki pahala setara dengan membaca sepertiga isi Al-Qur'an. Berikut adalah bacaan lengkap Surat Al-Ikhlas:
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ (١) اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ (٢) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ (٣) وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ (٤)
"Qul huwallaahu ahad. Allaahush-shamad. Lam yalid wa lam yuulad. Wa lam yakul lahuu kufuwan ahad."
Artinya: "1. Katakanlah (Muhammad), 'Dialah Allah, Yang Maha Esa.' 2. Allah tempat meminta segala sesuatu. 3. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. 4. Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia."
2. Surat Al-Falaq (Qul A'udzu bi Rabbil Falaq)
Surat Al-Falaq berisi permohonan perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai kejahatan makhluk, kegelapan malam, sihir, serta sifat dengki atau hasad yang dimiliki oleh manusia lain.
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ (١) مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ (٢) وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ (٣) وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ (٤) وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ (٥)
"Qul a'uudzu bi rabbil-falaq. Min syarri maa khalaq. Wa min syarri ghaasiqin idzaa waqab. Wa min syarrin-naffaatsaati fil-'uqad. Wa min syarri haasidin idzaa hasad."
Artinya: "1. Katakanlah, 'Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar),' 2. Dari kejahatan (makhluk yang) Diciptakan-Nya, 3. Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, 4. Dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), 5. Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki."
3. Surat An-Nas (Qul A'udzu bi Rabbin Naas)
Surat An-Nas merupakan benteng utama umat Islam dari bisikan jahat iblis, jin, maupun manusia yang sering membisikkan keraguan serta kesesatan di dalam dada manusia.
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ (١) مَلِكِ النَّاسِۙ (٢) اِلٰهِ النَّاسِۙ (٣) مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ (٤) الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ (٥) مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ (٦)
"Qul a'uudzu bi rabbin-naas. Malikin-naas. Ilaahin-naas. Min syarril-waswaasil-khannaas. Alladzii yuwaswisu fii shuduurin-naas. Minal-jinnati wan-naas."
Artinya: "1. Katakanlah, 'Aku berlindung kepada Tuhannya manusia,' 2. Raja manusia, 3. Sembahan manusia, 4. Dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, 5. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, 6. Dari (golongan) jin dan manusia."
4. Bacaan Keagungan Ayat Kursi (Surat Al-Baqarah Ayat 255)
Ayat Kursi merupakan salah satu ayat paling agung di dalam Al-Qur'an. Membaca Ayat Kursi setelah shalat fardu maupun sebelum tidur mendatangkan perlindungan langsung dari Allah SWT dan dijauhkan dari segala macam gangguan setan.
اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وََّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَآءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ
"Allaahu laa ilaaha illaa huwal-hayyul-qayyuum, laa ta'khudzuhuu sinatuw wa laa naum, lahuu maa fis-samaawaati wa maa fil-ardh, man dzal-ladzii yasyfa'u 'indahuu illaa bi idznih, ya'lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum, wa laa yuhiithuuna bisyai-im min 'ilmihii illaa bimaa syaa-a, wasi'a kursiyyuhus-samaawaati wal-ardh, wa laa ya'uuduhuu hifdhuhumaa wa huwal-'aliyyul-'adhiim."
Artinya: "Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka. Dan mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahagung."
Rutin membiasakan diri membaca surat-surat pendek di atas tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban bacaan shalat, melainkan juga melapangkan dada, memberikan perlindungan dari gangguan ghaib maupun bahaya fisik, serta mempererat kedekatan batin kita kepada Sang Maha Pencipta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar