opini

Kebahagiaan Palsu & Cara Sejati Menenangkan Hati yang Terluka

Bangali Juni 14, 2021
ABM Garage

ABM Garage

Publisher sejak 2017

RENUNGAN & HIDUP

Kebahagiaan Palsu & Cara Sejati Menenangkan Hati yang Terluka

Tidak perlu berpura-pura bahagia saat hati sedang terluka. Berikut cara-cara yang benar-benar menenangkan.

Renungan tentang kebahagiaan sejati dan ketenangan batin
Kebahagiaan sejati tidak ditampilkan untuk dipuji orang lain, melainkan dirasakan dengan tulus dari dalam hati.

Setiap manusia mendambakan kebahagiaan — hal itu adalah hak setiap individu. Kita tentu berhak mendapatkan kebahagiaan dengan cara masing-masing. Namun terkadang, tanpa disadari, kebahagiaan yang kita tampilkan bukanlah kebahagiaan sejati, melainkan sekadar penutup kesedihan, seolah-olah kita sedang menipu diri sendiri.

Sering kali hal ini dilakukan semata-mata agar terlihat baik di mata orang lain, tanpa menyadari bahwa membohongi diri sendiri justru akan terasa semakin menyakitkan pada akhirnya.

Wajah bahagia yang menyembunyikan kesedihan di dalamnya

Jangan Pura-Pura Bahagia Saat Hati Sedang

Seharusnya kita tidak perlu melakukan hal tersebut. Ketika hati dan kehidupan sedang diliputi kesedihan maupun kesulitan, langkah yang lebih bijak adalah mencari orang yang dapat dipercaya untuk mendengarkan isi hati kita. Jangan sebaliknya — mempertunjukkan kegembiraan yang sebenarnya tidak dirasakan hanya akan memperpanjang beban batin.

Kondisi ini menimbulkan kebingungan dalam diri: di satu sisi ingin terlihat kuat dan bahagia, di sisi lain hati terasa sangat terluka dan membutuhkan tempat berkeluh kesah. Memang banyak dari kita yang terbiasa menyembunyikan kesedihan agar dinilai baik oleh orang lain, namun kebiasaan ini justru membebani diri sendiri.

Cara Sejati Meringankan Beban Hati

1. Ceritakan kepada Orang yang Tepat

Agar tidak berlarut-larut dalam kesedihan, luangkanlah waktu untuk berbicara dengan seseorang yang benar-benar dapat dipercaya. Keluh kesah yang tersampaikan akan membuat hati lebih tenang dan beban terasa lebih ringan. Namun perlu diingat: mencari pendengar yang tepat tidaklah mudah. Pilihlah sahabat atau kerabat yang mampu menerima apa yang kamu sampaikan tanpa menghakimi, dan pertimbangkan juga apakah orang tersebut siap menerima ceritamu agar tidak justru membebani mereka.

2. Berdekatan dengan Alam untuk Menenangkan Pikiran

Selain bercerita kepada orang yang dipercaya, carilah suasana baru yang menenangkan — tempat yang sejuk, pemandangan alam yang asri, atau sekadar berjalan ke tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya. Suasana hati yang gelisah menyulitkan pikiran untuk berpikir jernih. Ketika kita memberi ruang bagi diri sendiri untuk beristirahat dan menikmati keindahan di sekitar, jalan keluar sering kali akan muncul dengan sendirinya.

3. Ingatlah: Kamu Tidak Sendirian

Setiap orang memiliki cara tersendiri dalam menenangkan diri. Di tengah perjalanan menenangkan hati, kamu akan menyadari bahwa di luar sana masih banyak orang yang menghadapi ujian lebih berat dari yang sedang kamu alami. Kamu bukan satu-satunya yang diuji — setiap manusia memiliki perjuangannya masing-masing.

Jangan melarikan diri ke hal-hal yang justru akan memperburuk keadaan, seperti mengonsumsi minuman beralkohol atau perilaku yang tidak baik. Itu bukan solusi, melainkan akan menambah beban yang sudah ada.

4. Berikhtiar dan Berdoa

Kita adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan, sekaligus makhluk yang memerlukan pertolongan Tuhan. Setelah berusaha dan berikhtiar semampunya, perbanyaklah berdoa kepada Allah SWT, karena segala usaha tanpa pertolongan-Nya akan terasa sia-sia. Tegaslah di dalam hati:

"Allah tidak akan memberikan cobaan kepada hamba-Nya melebihi kesanggupan hamba-Nya."

Seberat apa pun masalah yang sedang dihadapi, pasti ada jalan keluarnya. Tetaplah berdoa agar setiap urusan dipermudahkan dan diselesaikan dengan cara yang terbaik.

Penutup

Demikianlah beberapa cara yang dapat kita tempuh untuk menenangkan hati dan pikiran yang sedang gelisah. Jika kamu memiliki pengalaman atau pandangan lain yang ingin dibagikan, silakan tuliskan di kolom komentar di bawah ini agar dapat saling menguatkan.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Pesan Komentar: Silakan tinggalkan komentar yang sopan dan sesuai topik artikel ya, bro.

Komentar